Bintan Post, 25 April 2003
Investor Jerman Tertarik Kembangkan Pulau-pulau Kecil Kepri
TANJUNGPINANG, bintanpos.com - Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) melalui Direktorat Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil merekomendasikan sejumlah pulau-pulau kosong di wilayah Kepulauan Riau untuk dikembangkan jadi kawasan pariwisata maritim. Bahkan, saat ini DKP sedang memfasilitasi masuknya investor Jerman untuk mengembangkan usahanya di sejumlah pulau kecil di Kepri.
"Saat ini kita sudah memfasilitasi PT. Hanno Bali, salah satu calon investor asal Jerman untuk mengembangkan bisnis pariwisata maritim di sejumlah pulau-pulau kecil yang ada di wilayah Kepri," ungkap Direktur Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil, Alex S.W Retraubun kepada wartawan usai melakukan pertemuan informal dengan Ketua DPRD Kepri, Andi Anhar Chalid di Tanjungpinang, Jumat (25/4).
Menurut Alex, konsep pariwisata yang akan dikembangkan PT Hanno Bali ini sangat berbeda dengan konsep pengembangan kawasan pariwisata Lagoi di Bintan Utara. Jika pengembangan kawasan Lagoi mengedepankan kemewahan gedung dan berbagai fasilitas pendukungnya, maka PT Hanno Bali sebaliknya.
"Berdasarkan konsep yang mereka ajukan ke DKP, Hanno lebih memilih konsep yang sederhana, tapi eksklusif dan terisolir. Jadi, mereka hanya mendirikan villa-villa yang sederhana di suatu pulau yang memang terisolir dari kunjungan masyarakat," ujarnya.
Ketika disinggung kemungkinan adanya kepentingan bisnis terselubung, seperti perjudian dan prostitusi di balik pengembangan kawasan pariwisata maritim di pulau-pulau kosong tersebut, Alex dengan tegas menampiknya. "Itu sangat tidak mungkin. Sebab, pemerintah juga sangat selektif dan teliti dalam memberikan rekomendasi dan perizinan," bantahnya.
Alex juga menjelaskan, PT Hanno Bali yang memiliki basis usaha di Bali, juga memiliki jaringan bisnis di Lombok Barat, Singapura dan Thailand. Karena itu, keseriusan PT Hanno Bali untuk mengembangkan bisnis pariwisata maritim di sejumlah pulau di Kepri tidak perlu diragukan lagi. (ady) |